
Kini, orang-orang Surabaya memiliki kudapan favorit baru, yaitu jamur berbumbu berbalur tepung yang digoreng garing, lengkap dengan sambal dan mayones sebagai pelengkap. Kudapan ini hasil kreasi Tririan Arianto melalui Mushroom Factory miliknya.
Dalam menjalankan usaha kue kering, Diah Andini menerapkan sistem produksi ramah lingkungan. Ia membuat sumur resapan untuk menampung limbah. Diah juga memberi lapangan kerja bagi banyak pengangguran di lingkungannya.
Sebagian besar dari kita hanya mengenal buaya sebagai hewan buas yang berbahaya. Tapi, bagi Erika Wiradinata, buaya adalah segalanya. Sebab, dari reptil bertubuh besar inilah Erika sukses mengitegrasikan bisnis buaya, mulai dari penangkaran sampai produksi barang jadi.
Tapi, kerja keras Erika membesarkan bisnis penangkaran buaya dan aksesori kulit buaya tidak lepas dari kerja keras Rachmat Wiradinata, ayah Erika. Pada tahun 1990, Rachmat yang saat itu bekerja sebagai Kepala Cabang PT United Tractors berminat terjun ke bisnis aksesori dari kulit binatang.
Keinginan yang awalnya hanya coba-coba itu muncul saat pria kelahiran Aceh, 3 Maret 1948, itu bepergian…
Berawal dari keinginan agar bisa lebih sering bersama keluarga, Reno Andam Suri memutuskan berhenti bekerja dari sebuah restoran di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Maklum, pekerjaannya yang berkaitan dengan iklan kreatif tak kenal waktu.
Siapa sangka, keputusannya menjadi ibu rumahtangga full time ternyata mengantarkannya menjadi pengusaha makanan yang sukses.
Lantaran banyak waktu luang di rumah, lulusan Desain Grafis, Universitas Trisakti, Jakarta, ini justru bisa merintis usaha Rendang Uni Farah di Tangerang.
Kini, saban bulan, Andam mengantongi penghasilan sekitar Rp 30 juta. Penghasilannya akan meningkat menjadi dua kali lipat saat…

Bagi pecinta keramik, nama Fransiskus Widayanto sudah tidak asing lagi. Tak cuma di Tanah Air, popularitas pria kelahiran Jakarta, 23 Januari 1953 silam, ini sebagai keramikus sudah menyebar ke mancanegara. Dia pernah menggelar pameran di Singapura dan Australia. Salah satu karyanya, Maria, kini terpajang anggun di sebuah gereja di Israel.
Widayanto selalu menciptakan tema-tema khusus pada setiap karyanya. Ia memegang prinsip, pantang meniru gaya seniman keramik lain. "Karya tematik lebih menggunakan karakter pribadi, tak boleh saklek pada sejarah, tapi tetap bisa mengusung sejarah dengan mengikuti tren yang ada," jelas lulusan Seni Rupa, Institut Teknologi Bandung…